Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH METODE PENYARIAN EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL
ABSTRAK
Daun kopi robusta (Coffea canephora) secara tradisional telah banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal oleh masyarakat. Daun kopi mengandung senyawa aktif yang berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Daun kopi robusta diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid yang tinggi. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total serta perbedaan kadar flavonoid total ekstrak etil asetat daun kopi robusta (Coffea canephora) yang disari dengan metode maserasi dan perkolasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental, objek yang diteliti adalah kadar flavonoid total ekstrak etil asetat daun kopi robusta yang disari dengan metode maserasi dan perkolasi. Serbuk simplisia daun kopi robusta diekstraksi secara maserasi menggunakan etil asetat dilakukan selama 5 hari dan diekstraksi secara perkolasi menggunakan etil asetat dengan pelarut sebanyak 2.000 mL. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak etil asetat dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis yang diukur pada panjang gelombang 440nm dengan baku standar kuersetin. Analisis data berdasarkan rumus regresi dan penyajian data berupa grafik dan tabel. Hasil yang diperoleh dari penetapan kadar flavonoid total metode maserasi sebesar 50,41 mgQE/g ekstrak sedangkan
pada metode perkolasi didapatkan hasil sebesar 5,7 mgQE/g ekstrak. Dapat disimpulkan bahwa kadar flavonoid total dengan metode maserasi lebih besar dibandingkan dengan metode perkolasi.
Kata kunci : Flavonoid total, daun
Tidak tersedia versi lain