Karya Tulis Ilmiah
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT RASIONAL PADA PUSKESMAS KABUPATEN ACEH BARAT
ABSTRAK
Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. World Health Organization (WHO) memperkirakan separuh dari seluruh obat di dunia yang diresepkan, diberikan, dijual dengan cara yang tidak tepat dan separuh dari pasien menggunakan obat secara tidak tepat. Masalah yang memprihatinkan adalah hasil penelitian yang menunjukkan ketidaktepatan peresepan terjadi di banyak negara berkembang termasuk Indonesia. Hal tersebut terlihat dari banyaknya polifarmasi (3 sampai 5 obat per pasien), penggunaan antibiotika yang berlebih (43%) serta injeksi yang tidak tepat dan berlebihan (10-80%). . Indikator peresepan di Puskesmas berdasarkan parameter peresepan yang ditetapkan oleh WHO terdiri dari : 1) Penggunaan antibiotika pada ISPA non pneumonia maksimal 20%; 2) Penggunaan antibiotika pada Diare Non Spesifik maksimal 8%; 3) Penggunaan injeksi pada Myalgia maksimal 1% dan 4) Rerata item obat yang diresepkan untuk ketiga penyakit diatas, nilai untuk rerata item obat maksimal 2,6 item. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat penggunaan obat yang rasional di Puskesmas Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini merupakan studi observasional non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data yang didapat kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Dari hasil penelitian didapat hanya enam puskesmas yang memenuhi indikator peresepan antibiotik pada ISPA non pneumonia yang rasional; Hanya tiga puskesmas yang memenuhi indikator peresepan pada diare non spesifik yang rasional; Seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Barat telah memenuhi indicator indikator peresepan injeksi pada myalgia yang rasional; seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Barat tidak dapat memenuhi indikator ini indikator rerata item obat dalam tiap resep yang rasional.
Kata Kunci: Penggunaan Obat Rasional, Puskesmas, Indikator Peresepan.
Tidak tersedia versi lain