Karya Tulis Ilmiah
PERBEDAAN JENIS BONGGOL PISANG SEBAGAI AKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK
BANDA ACEH TAHUN 2021 PERBEDAAN JENIS BONGGOL PISANG SEBAGAI AKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK
Marhami Simah Bengi, Wiwit Aditama.
1 Mahasiswa Program Studi Sanitasi Program Studi D-III Jurusan Kesehatan
Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Aktivitas manusia setiap hari di berbagai tempat menghasilkan banyak sekali limbah khususnya yaitu limbah organik. Limbah organik yang berbentuk padat diistilahkan dengan sampah. Kompos merupakan bahan-bahan organik (sampah organik) yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antar mikroorganisme yang bekerja di dalamnya. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai sumber makanannya.Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui perbedaan penguraian jenis bonggol pisang sebagai aktivator dalam proses pengomposan sampah organik.
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sampah organik seperti ayuran,buah-buahan dan bonggol pisang ambon, raja dan kepok yang ada di Kabupaten Aceh Tengah.Sampel dalam penelitian ini adalah sampah dan bonggol batang pisang yang adadi desa Kuala II Bintang, Kabupaten Aceh Tengah yang diambil secara random.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonggol pisang ambon memiliki waktupenguraian paling cepat yaitu pada hari ke 6 dan pada hari ke 30 sudah menjadi
tanah diantara bonggol pisang raja dan kepok, hal ini dikarenakan bonggol pisangambon memiliki konsentrasi tertinggi dibandingkan dengan (MOL)Mikroorganisme lokal bonggol pisang raja dan kepok. Kepada masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis bonggol pisang sebagai MOL (Mikroorganisme lokal) untuk mengurangi sampah organik menjadi kompos.
Kata Kunci : Bonggol Pisang, Aktivator, Sampah Organik
Tidak tersedia versi lain