SKRIPSI
PERBEDAAN PENGGUNAAN ATRAKTAN JERAMI PADI (Oryza sativa), GULA MERAH DAN CABAI MERAH (Capsicum annum) DALAM OVITRAP TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes aegypti DI DESA LHUNG ASAN KECAMATAN BLANG PIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA TAHUN 2021
PERBEDAAN PENGGUNAAN ATRAKTAN JERAMI PADI (Oryza sativa), GULA MERAH DAN CABAI MERAH (Capsicum annum) DALAM OVITRAP TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes aegypti DI DESA LHUNG ASAN KECAMATAN BLANG PIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA TAHUN 2021
Raiya Tursina, Budi Arianto PS
1. Mahasiswa Program Studi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh
2. Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Aedes aegypti merupakan nyamuk yang berperan sebagai vektor penular Demam Berdarah Dengue (DBD). Sampai saat ini pengendalian Aedes aegypti masih bertumpu pada pengendalian vektor karena belum ditemukan obat ataupun vaksin yang efektif. Pengendalian secara kimia yaitu menggunakan insektisida dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak terhadap kesehatan manusia dan penurunan kesehatan lingkungan. Salah satu cara pengendalian yang aman yaitu menggunakan ovitrap (Alat perangkap telur nyamuk) yang dikombinasikandengan atraktan (Zat untuk menarik perhatian nyamuk agar meletakkan telur dalam ovitrap). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penggunaan atraktan jerami padi (Oryza sativa), gula merah dan cabai merah (Capsicum annum) dalam ovitrap terhadap jumlah telur Aedes aegypti. Jenis penelitian ini eksperimental semu (Quasi eksperimental study) dengan posstest-only control design dan teknik pengambilan sampel dengan cara purpotional sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memasang 4 ovitrap yang berisi atraktan jeramipadi, gula merah, cabai merah dan kontrol pada 10 rumah masyarakat di Desa Lhung Asan Kabupaten Aceh Barat Daya selama 6 hari. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah telur Aedes aegypti pada atraktan jerami padi sebanyak 364 telur sedangkan pada atraktan gula merah dan cabai merah tidak terdapat telur Aedes aegypti. Atraktan jerami memiliki jumlah telur yang lebih banyak dibandingkan atraktan lainnya berarti aroma/zat yang terdapat pada atraktan jerami padi lebih disukai oleh Aedes aegypti untuk meletakkan telur. Dikarenakan hasil uji pada ketiga jenis atraktan tersebut hanya terdapat telur pada satu variabel yaitu pada atraktan jerami padi maka tidak perlu dilanjutkan dengan analisis statistic one way annova untuk mencari perbedaan jumah telur nyamuk pada masing-masing atraktan karena hasilnya sudah diketahui. sehingga dapat isimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan atraktan jerami padi, gula
merah dan cabai merah terhadap jumlah telur Aedes aegypti.
Kata kunci : Telur Aedes aegypti, atraktan dan ovitrap.
Tidak tersedia versi lain