SKRIPSI
PEMANFAATAN TEMPE DALAM PENGEMBANGAN PUDING TEMPE INSTAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
PEMANFAATAN TEMPE DALAM PENGEMBANGAN PUDING TEMPE INSTAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL
Alsuci lestari 1 , Rosi novita 2
ABSTRAK
Latar belakang : Tingginya masalah gizi di Indonesia menyebabkan perlunya inisiatif pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita. Namun, PMT memiliki keterbatasan baik dari segi pengolahan maupun variasinya. Sehingga PMT dapat dimodifikasi dalam berbagai bentuk dengan memanfaatkan tempe yang merupakan salah satu bahan pangan fungsional yang tinggi zat gizi terutama energi dan protein dapat menjadi salah satu alternatif bahan dalam pembuatan PMT dalam bentuk puding tempe instan dengan keunggulan yaitu memiliki kandungan gizi yang tinggi, mudah disajikan dan berasal dari bahan pangan lokal Tujuan : Bagaimanakah pemanfaatan tempe dalam pengembangan puding tempe instan sebagai pangan fungsional. Metode penelitian : Penelitian eksperimental dengan RAL non faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Sifat kimia dianalisis menggunakan metode proksimat. Sedangkan sifat organoleptik menggunakan uji hedonik. Panelis adalah agak terlatih sebanyak 30 orang dan analisis statistik menggunakan uji anova dan uji lanjut duncan (DMRT). Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2021 di Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi dan Laboratorium Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Aceh untuk analisis sifat kimia puding. Hasil : Rata-rata panelis memberikan penilaian agak suka terhadap uji organoleptik kategori warna, rasa, aroma, dan tekstur untuk ketiga perlakuan puding dengan penambahan tepung tempe 80 gr (A1), 100 gr (A2) dan 120 gr (A3). Hasil uji kimia menunjukan rata-rata kadar air puding dari tiga perlakuan berkisar 67,1–69,8, kadar abu 0,63-0,68, protein 3,80-4,22, lemak 0,28-0,47, dan karbohidrat 24,9-27,7 %. Kesimpulan : Penambahan tepung tempe 80 gr, 100 gr, dan 120 gr berpengaruh tidak nyata terhadap sifat organoleptik puding (Warna, rasa, aroma, dan tekstur). Pada analisis kimia, berpengaruh nyata terhadap kadar air dan karbohidrat dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, protein, dan lemak. Saran : Perlunya penelitian lanjutan untuk melihat daya simpan dan kandungan gizi dari bubuk puding tempe instan dan perlunya penambahan sumber lemak lainnya untuk meningkatkan nilai gizi lemak pada puding tempe.
Kata kunci : Puding tempe, Tepung tempe, Uji kimia, Uji organoleptic, PMT
Tidak tersedia versi lain