SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA ONDE-ONDE
PENGARUH PENAMBAHAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus
polyrhizus) TERHADAP DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK DAN ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA ONDE-ONDE
1
Refitasari
2
Ichsan
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu jajanan pasar yang banyak disukai di Indonesia adalah onde-onde.
Pangan ini terkenal sebagai kue yang cukup unik dengan tampilan bulat sempurna dengan kulit
lapisan luarnya yang dilapisi biji wijen. Isian onde-onde biasanya adalah kacang hijau, namun
seiring perkembangan zaman isiannya semakin beragam dan disesuaikan dengan selera masyarakat misalnya varian matcha, cokelat, nangka, durian, hingga keju mozarella. Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90% dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga dapat dibuat sebagai bahan penambahan makanan yang memiliki sumber gizi yang baik dan pewarna alami.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan buah naga merah terhadap uji organoleptik dan
kandungan gizi onde-onde.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3
perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Uji Organoleptik Onde-onde meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur dan Uji Kimia Proksimat. Uji organoleptik di lakukan panelis di Laboratorium
Organoleptik Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh dan uji kimia dilakukan di Laboratorium
Pangan dan Hasil Pertanian Syiah Kuala. analisis data menggunakan Anova.
Hasil Penelitian :Berdasarkan hasil uji organoleptik dan uji kimia ada pengaruh penambahan buah naga merah 40 gr, 60 gr dan 80 gr terhadap warna, tekstur, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar serat, dan berpengaruh tidak nyata terhadap warna, rasa, aroma dan karbohidrat.Formulasi yang disukai panelis terhadap aspek warna,rasa, aroma dan tekstur ada pada penamabahan 40 gram buah naga.
Kesimpulan: Penambahan buah naga merah berpengaruh nyata terhadap tekstur, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar serat, tidak berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma dan karbohidrat onde-onde.
Saran: Sebaiknya perlu dilakukan keseragaman suhu dan teknik penggorengan onde-onde yang
dapat menghasilkan produk dengan kematangan yang sama.
Kata Kunci: Onde-onde, Buah Naga Merah, Kandungan Gizi, Uji Organoleptik.
Tidak tersedia versi lain