SKRIPSI
DAYA TERIMA KUE LAPIS DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI SELINGAN YANG KAYA VITAMIN C
DAYA TERIMA KUE LAPIS DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR
SEBAGAI SELINGAN YANG KAYA VITAMIN C
Sofia Zahara¹, Abdul Hadi²
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Aceh
Jln. Soekarno-Hatta Kampus terbadu Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Latar Belakang: Zat aktif yang terkandung dalam daun kelor yang berpotensi sebagai antioksidan adalah berbagai jenis vitamin (A, C, E, K, B1, B2, B3, B6), flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid (Kurniasih, 2013). Senyawa yang bermanfaat dan diketahui tersebut merupakan vitamin C yang sebagian besar mudah larut dalam air, oleh karena itu selain sesuai dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya yang mengolah daun kelor dengan cara direbus, cara infusa pun
dianggap merupakan cara yang efektif dalam menarik zat berkhasiat yang dapat digunakan sebagai antioksidan.(Wihastuti, 2007). Tanaman kelor juga
mengandung antioksidan kuat terutama pada bagian daunnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kasolo et al. (2012) daun kelor terbukti mengandung senyawa metabolit sek under yang memiliki aktivitas antioksidan seperti, tannin, steroid, triterpenoid, flavornoid, saponin, dan alkaloid. Daun kelor juga memiliki kandungan kuersetin yang memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan E (Nakagawa et al., 2000).
Tujuan: untuk mengetahui daya terima kue lapis kue lapis daun kelor dengan perlakuan yang berbeda serta untuk mengetahui kadar vitamin c Metode Penelitian: Jenis penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan pengulangan sebanyak 3 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan
menggunakan ANOVA (Analisis Of Varians) dan uji lanjut Duncan’ multiple test.
Hasil: Penambahan daun kelor 20 gr, 30 gr dan 40 gram pada kue lapis berpengaruh nyata terhadap rasa (p 0.002) dan aroma (p 0.006), sedangkan warna (p 0.252) dan tekstur (p 0.098) kue lapis tidak berpengaruh nyata. Hasil uji vitamin C pada penambahan ekstrat daun kelor 20 gr, 30 gr, 40 gr berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C pada penambahan sari daun kelor. Vitamin c terbesar yaitu pada penambahan 40 gr sari daun kelor (Moringa oleifera) (p 0.000 < 0,05)
Kesimpulan: Penambahan daun kelor berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik (rasa dan aroma) kue lapis. Penambahan sari daun kelor berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik (warna dan tekstrur). Formulasi yang paling disukai panelis dari parameter warna dengan penambahan daun kelor
40 gram, sedangkan rasa, tekstrur dan aroma dengan penambahan daun kelor 20 gram. Pada kue lapis berpengaruh nyata terhadap sifat kimia uji vitamin C, Vitamin c terbesar yaitu pada penambahan 40 gr sari daun kelor (Moringa oleifera).
Kata Kunci: Kue Lapis, sari daun kelor, Uji Vit C, Uji Organoleptik.
Tidak tersedia versi lain