Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN PALA (Myristica fragrans) PADA BAKTERI Streptococcus mutans DAN Enterococcus faecalis
PENGARUH PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN PALA (Myristica fragrans) PADA BAKTERI Streptococcus mutans DAN Enterococcus faecalis
ABSTRAK
Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit karies gigi dan infeksi sekunder pada saluran akar. Pengobatan karies gigi dan periodontal dapat diatasi dengan cara tradisional, seperti menggunakan bahan alam. Contoh bahan alam yang dapat digunakan adalah daun pala (Myristica fragrans). Daun pala mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut terhadap aktivitas antibakteri ekstrak daun pala pada Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu aquadest, ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak n-heksana. Hasil uji mikrobiologi diperoleh rata-rata diameter zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans yaitu pada ekstrak etanol (15,33 mm), ekstrak etil asetat (22,83 mm), dan pada ekstrak n-heksana tidak didapatkan zona hambat. Pada pada bakteri Enterococcus faecalis rata-rata diameter zona hambat pada ekstrak etanol (17,16 mm), ekstrak etil asetat (24,50 mm), dan pada ekstrak nheksana tidak didapatkan zona hambat. Hasil uji anova yang diperoleh bahwa ekstrak daun pala dengan variasi jenis pelarut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis (P=0,000). Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak n-heksana memiliki perbedaan nyata dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans dan Enterococcus faecalis.
Kata Kunci : Antibakteri, Myristica fragrans, Jenis Pelarut, Streptococcus mutans,Enterococcus faecalis
Tidak tersedia versi lain