Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS PENENTUAN KADAR VITAMIN C PADA CABAI BASAH DAN KERING (Capsicum Annum L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
ABSTRAK
Cabai adalah sayuran yang memiliki kadar air yang cukup tinggi, biasanya digunakan dalam bentuk segar maupun kering. Cabai memiliki banyak kandungan senyawa kimia, salah satunya vitamin C. Vitamin C pada cabai memiliki fungsi sebagai anti oksidan yang baik untuk tubuh mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang diserap oleh kalsium dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar vitamin C yang terdapat pada cabai basah dan kering secara spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan di laboratorium pertanian Universitas syiah kuala dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada Panjang gelombang 215 nm, didapatkan hasil kadar tertinggi yaitu pada sampel E dengan kadar (7,428%), kemudian sampel D (6,582%), sampel F (5,734%), sampel C (5,416%), sampel A (2,242%), dan sampel B (-2,222%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa, pada sampel B menghasilkan absorbansi terlalu kecil, sehingga konsentrasi dan kadar yang didapat menjadi minus. Pada semua sampel cabai kering mengandung kadar vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan dengan cabai basah.
Kata kunci : Cabai basah dan kering, Vitamin C, Spektrofotometri UV-Vis.
Tidak tersedia versi lain