Text
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH BIT TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KIMIA ROTI KERING
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH BIT TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KIMIA ROTI KERING
Khasyifa Unnajjah 1, Andriani 2
ABSTRAK
Latar Belakang: Roti memiliki umur simpan yang relatif pendek karena kadar air dalam roti cukup tinggi. Salah satu alternatif untuk memperpanjang umur simpan roti yaitu dengan mengurangi kadar air dalam roti, sehingga menjadi roti dalam bentuk kering yang dikenal dengan roti kering atau roti bagelen. Varian roti kering yang dijual tentunya masih sangat terbatas, penambahan sari buah bit ke
dalam roti kering diharapkan mampu memperbaiki tampilan dan nilai gizi dari roti kering tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetaui pengaruh penambahan sari buah bit pada roti kering terhadap kualitas organoleptik dan uji kimia.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Uji oeganoleptik menggunakan panelis
konsumen 50 orang. Uji kimia di Labroratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Analisa data menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan
Hasil Penelitian: Bersadarkan hasil sidik ragam didapat bahwa penambahan sari buah bit 75 ml, 100 ml, 125 ml berpengaruh nyata terhadap kualitas organoleptik warna, aroma dan tekstur (p value 0,007) dan kualitas kimia yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar serat dan kadar karbohidrat
(p value 0,007) dengan taraf signifikan P value < 0,05. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap rasa (p value 0,104) dan kadar lemak (p value 0,162) dengan taraf signifikan P value > 0,05. Ratarata hasil uji sidik ragam tertinggi didapati pada warna 4,28 (suka) penambahan sari buah bit 100 ml, rasa 4,28 (suka) penambahan sari buah bit 125 ml, aroma 4,34 (suka) penambahan 125 ml,tekstur 4,34 (suka) penambahan 100 ml. Uji kualitas kimia didapatkan nilai rata-rata tertinggi kadar air yaitu 6,37% pada penambahan sari buah bit 125 ml, kadar abu 1,38% pada penambahan sari buah bit 125 ml, kadar lemak 4,37% pada penambahan sari buah bit 100 ml, kadar protein 4,90% pada penambahan 125 ml, kadar serat 3,17% pada penambahan sari buah bit 125 ml dan kadar karbohidrat tertinggi yaitu 85,26% pada penambahan sari buah bit 75 ml.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh nyata terhadap roti kering dengan penambahan sari buah bit terhadap warna, aroma, tekstur, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar serat dan kadar karbohidrat.Namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap roti kering dengan penambahan sari buah bit terhadap rasa dan kadar lemak.
Saran: Disarankan saat proses pemanggangan agar tidak menggunakan api besar atau suhu yang terlalu tinggi karena akan mengakibatkan warna roti menjadi kusam cenderung gelap, dan juga disarankan untuk mengukur umur simpan roti kering.
Kata Kunci: Roti Kering, Sari Buah Bit, Organoleptik, Kimia.
1. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi Dan Dietetika, Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
2. Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
Tidak tersedia versi lain