Text
PENGARUH PENAMBAHAN TAHU TERHADAP DAYA TERIMA DAN ANALISIS KIMIA PUDING
PENGARUH PENAMBAHAN TAHU TERHADAP DAYA TERIMA DAN ANALISIS KIMIA PADA PUDING
Novita Nurul Hidayah 1 , Erwandi 2
ABSTRAK
Latar Belakang : Puding adalah salah satu jenis makanan selingan yang umum dikenal masyarakat. Makanan ini terbuat dari pati dan diolah dengan cara direbus, dikukus, dan dipanggang sehingga membentuk gel dengan tekstur yang lembut. Untuk meningkatkan nilai gizi puding dapat dilakukan pembuatan puding yang berbahan dasar pangan sumber protein nabati salah satunya tahu. Tahu adalah bahan pangan andalan yang digunakan karena tahu mengandung kualitas protein non hewani paling baik.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tahu Terhadap Daya Terima Dan Analisis Kimia Puding.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rncangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Uji organoleptik (warna, rasa, aroma,tekstur) di Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi dan uji kimia di Laboratorium Analisis Pangan Makanan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Hasil penelitian : Hasil uji organoleptik tidak ada pengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma,dan tekstur (P value > 0,05). Perlakuan yang paling disukai panelis dari segi warna, rasa, aroma, tekstur adalah penambahan tahu 20 dan 30 ml. Terdapat Pengaruh nyata antara kadar lemak,kadar protein, dan kadar serat terhadap perlakuan penambahan tahu (P value < 0,05). Tidak ada pengaruh nyata antara kadar air, kadar abu, dan kadar karbohidrat terhadap perlakuan penambahan tahu (P value > 0,05).
Kesimpulan : Penambahan tahu 10, 20, dan 30 ml tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik warna, rasa, aroma, dan tekstur. Pada Uji kimia terdapat pengaruh nyata terhadap kadar protein, lemak, dan serat. Sedangkan kadar abu, air, dan karbohidrat tidak berpengaruh nyata.
Saran : Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan penambahan tahu dengan jumlah yang lebih banyak untuk meningkatkan nilai gizi, dan peneliti juga berharap air yang digunakan pada pembuatan puding bisa diganti dengan menggunakan air tahu untuk melihat pengaruh terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur pada puding.
Kata Kunci : Puding, Tahu, Uji Organoleptik, Uji Kimia
1. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
2. Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
Tidak tersedia versi lain