Text
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KATUK TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN KADAR VITAMIN C KUE NAGASARI
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KATUK TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN KADAR VITAMIN C KUE NAGASARI
Riskia Putri1 Eva Fitriyaningsih 1
ABSTRAK
Latar Belakang : Daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki nilai gizi yang baik bagi manusia terutama ibu menyusui, daun katuk mengandung sterol dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin untuk memproduksi ASI,Tanaman katuk hanya digunakan untuk memasak atau bila banyak di jual di pasar. Padahal tanaman itu dapat dibuat menjadi beraneka macam makanan fungsional yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu, produk makanan dapat dimanfaatkan sebagai makanan untuk kesehatan serta dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh penambahan ekstrak daun katuk terhadap uji organoleptik dan kadar vitamin C kue nagasari.
Metode :Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah kadar vitamin C dan Uji Organoleptik Kue Nagasari meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur. Lokasi penelitian Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi dan Laboratorium Kimia Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh. Analisis data menggunakan Anova.
Hasil Penelitian : Penambahan ekstrak daun katuk 40 ml, 50 ml dan 60 ml berpengaruh nyata terhadap rasa, aroma, tekstur, dan vitamin. Penambahan ekstrak daun katuk 40 ml, 50 ml dan 60 ml berpengaruh tidak nyata terhadap warna.
Kesimpulan :Penambahan ekstrak daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Dan penambahan ekstrak daun katuk berpengaruh nyata terhadap rasa, aroma, tekstur dan vitamin C.
Kata Kunci : Nagasari, Ekstrak Daun Katuk, Uji Organoleptik.
Tidak tersedia versi lain