Text
HUBUNGAN KEBIASAAN HYGIENE SANITASI DAN KEJADIAN DIARE DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA BIES BARU KECAMATAN BIES KABUPATEN ACEH TENGAH
HUBUNGAN KEBIASAAN HYGIENE SANITASI DAN KEJADIAN DIARE DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA BIES BARU KECAMATAN BIES KABUPATEN ACEH TENGAH
ABSTRAK
Latar Belakang : sanitasi adalah cara menyehatkan lingkungan hidup manusia terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air dan udara (Rocket, 2017). hygiene lebih mengarahkan aktivitasnya pada manusia (Personal), sedangkan sanitasi lebih menitik beratkan pada faktor-faktor lingkungan hidup manusia. penyakit diare adalah salah satu penyakit yang berbasih lingkungan. Diare sangat erat kaitannya dengan permasalahan air, sanitasi dan higiene atau water, sanitation, and hygiene (WaSH) (WHO, 2018). Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat dipulih). Dilaporkan terdapat sekitar 1,7 trilliun kasus setiap tahunnya. Diare dapat menghilangkan sebagian besar air dan eletrolit dalam tubuh jika tidak segera diganti akan menyebabkan dehidrasi. Angka prevalensi diare secara nasional di tahun 2018 mencapai 12,3 persen. Namun kabar baiknya, angka ini turun menjadi 4,5 persen di 2019.
Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Hygiene Sanitasi Dan Kejadian Diare Dengan Status Gizi Pada Balita Di Desa Bies Baru Kecamatan Bies Tahun 2023.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian survey yang menggunakan metode kualitatif.
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare pada balita sebanyak 10 responden (25%), sedangkan yang tidak mengalami diare pada balita sebanyak 36 responden (75%). Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
kebersihan air dengan kejadian diare dibuktikan dengan p = 0,003
Tidak tersedia versi lain