Text
CAPAIAN INDIKATOR INTERVENSI SPESIFIK DAN SENSITIF PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN ACEH JAYA
CAPAIAN INDIKATOR INTERVENSI SPESIFIK DAN SENSITIF PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN ACEH JAYA
Muna Nashirah Marzuki1, Aripin Ahmad2
1Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh, Indonesia,munanashirah@gmail.com
2Dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh, Indonesia,aripinahmad@poltekkesaceh.ac.id
ABSTRAK
Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang menjadi permasalahan di 72 negara dunia, Indonesia negara kelima terbanyak penyumbang stunting dunia dimana nyaris 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting serta Aceh ialah salah satu provinsi di Indonesia dengan angka stunting yang sangat besar. Hasil Integrasi SSGBI & SSN 2019 menyatakan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67% turun 3,1% dibanding 2018 menurut data Riskesdas 2018 yaitu 30,8%. Persentase balita stunting di Kabupaten Aceh Jaya termasuk kategori tinggi yaitu sebesar (34%). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian indikator intervensi spesifik dan sensitive pencegahan stunting.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Studi Dokumentasi, dokumen yang digunakan dalam studi dokumentasi yaitu data sekunder yang diperoleh dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya berupa pencapaian Indikator Spesifik dan Sensitif Pencegahan Stunting, data yang sudah diedit sesuai klasifikasi dituangkan dalam bentuk grafik batang berdasarkan komposisi dan tahun untuk menggambarkan persentase prevalensi stunting beserta 12 cakupan indikator yang telah ditentukan oleh peneliti. Data prevalensi stunting, ibu hamil mendapat TTD, bayi baru lahir mendapat IMD dan ASI Eksklusif, balita mendapat Vitamin A, imunisasi dasar lengkap, D/S, balita
kurus dan bumil KEK mendapat PMT, air minum layak, jamban sehat, peserta KB aktif dan kepesertaan JKN. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menggambarkan persentase capaian masing-masing variabel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai 2020-2021 prevalensi stunting 25,5%-16,41%,ibu hamil mendapat TTD 90,1%-69,89%, bayi baru lahir mendapat IMD 89,4%-71,64% dan ASI Eksklusif 79,4-68,39%, balita mendapat Vitamin A 97,9%-95,45%, imunisasi dasar lengkap 14,6%-7,81%, D/S 82,8%-74,73%, balita kurus dan bumil KEK mendapat PMT 100%, air minum layak 91%-95%, jamban sehat 87%-100%, peserta KB aktif 69,7%-58,99% dan kepesertaan JKN 97,90%-95,24%.
Kesimpulan: Semakin banyak capaian intervensi yang mencapai target maka semakin semakin rendah pula prevalensi stunting.
Kata Kunci: Stunting, TTD, IMD, Asi Eksklusif, Vitamin A, Imunisasi Dasar Lengkap,
D/S, PMT, Air Minum, Jamban Sehat, KB, JKN
Tidak tersedia versi lain