Text
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP MASA RAWAT PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES MELLITUS DAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
PRODI D-III JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES ACEH
Tugas Akhir, Juli 2022
Ulfa Ilma
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP MASA RAWAT PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT PENYERTA DM DAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT
UMUM ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
vi bab + tabel 11 + Gambar 4 + Lampiran 3
ABSTRAK
Latar Belakang :Corona virus adalah subfamily virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.Kota Banda Aceh sampai dengan 26 Juli 2021 tercatat 6300 pasien terkonfirmasi positif dengan rata-rata kasus kematian pasien yang memiliki penyakit
bawaan yang memperburuk keadaan. Lama masa rawat dipengaruhi oleh banyak faktor,salah satunya yang dikaji dalam penelitian ini adalah status gizi.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik.Sampel yang di gunakan adalah pasien covid dengan penyakit penyerta DM dan Hipertensi sebanyak 40 responden.Penelitian ini menggunakan Data sekunder meliputi karakteristrik pasien ,data status gizi dan data lama rawat yang didapatkan di rekam medis di RSUZA Banda Aceh.
Hasil Penelitian: Status gizi adalah masalah gizi yaitu gizi kurang maupun gizi lebih,akan meningkatkan kerentangan terhadap penyakit, khususnya risiko terjadinya penyakit. lama hari rawat adalah suatu ukuran berapa hari lamanya seorang pasien
dirawat inap. Total responden yang mengikuti penelitian ini sebanyak 40 orang, sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 19 responden (47,5%) sebagian besar responden memiliki riwayat penyakit Hipertensi yaitu 15 responden (37,5%) dan berdasarkan masa rawat sebagian besar responden memiliki masa rawat panjang yaitu 22 responden (55%). Status gizi p-value sebesar 5,57 atau >0,05 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap status gizi dengan masa rawat pada pasien Covid 19 , hasil penyakit penyerta p-value sebesar 6.82 atau >0,05 yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap penyakit penyerta dengan masa rawat pada pasien Covid 19 di Rumah Sakit Zainoel Abidin kota Banda Aceh.
Kesimpulan: Berdasarkan masa rawat, sebagian besar responden memiliki masa rawat panjang yaitu sebanyak 22 responden (55%) dan 18 lainnya (45%) memiliki masa rawat yang normal. Tidak terjadi hubungan yang bermakna secara statistik antara status gizi,
penyakit penyerta dan lama masa rawat COVID-19 di rumah sakit Zainoel Abidin Banda Aceh.
Saran: Karna tidak terjadi hubungan terhadap status gizi, penyakit penyerta (DM dan Hipertensi) dan juga lama masa rawat pasien COVID-19. Saya sarankan kepada pembaca untuk mengkaji faktor-faktor lain selain status gizi menggunakan data primer atau
lainnya.
Kata Kunci: Status Gizi,Penyakit Penyerta,Lama Rawat
Tidak tersedia versi lain