Karya Tulis Ilmiah
UJI AKTIVITAS ANALGETIK TEH DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) BETINA
UJI AKTIVITAS ANALGETIK TEH DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) BETINA
ABSTRAK
Analgetik adalah bahan atau obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi rasa sakit (nyeri) tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran. Nyeri merupakan suatu kejadian sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan ditandai dengan adanya kerusakan jaringan. Penelitian ini bersifat eksperimentel yang bertujuan untuk menentukan efek analgetik teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Betina dan untuk mengetahui dosis teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) yang dapat memberikan efek analgetik pada Mencit (Mus musculus) Betina. Teh daun ciplukan diseduh dengan air panas pada suhu 90 C sebanyak 200 mL kemudian kantong teh celup naik turun selama 5 menit. penelitian ini dibagi atas 5 kelompok perlakuan yaitu perlakuan kontrol negatif, kontrol positif, teh daun ciplukan 0,2 mL/20 g BB mencit (dosis I); teh daun ciplukan 0,4 mL/20 g BB mencit (dosis II); teh daun ciplukan 0,6 mL/20 g BB mencit (dosis III). Alasan digunakan Na CMC sebagai kontrol negatif karena Na CMC bersifat netral dan tidak menghasilkan efek analgetik sedangkan alasan Paracetamol sebagai kontrol positif digunakan karena paracetamol merupakan salah satu obat golongan NSAID yang sering digunakan sebagai analgetik dan antipiretik. Hasil uji aktivitas analgetik teh daun ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I, dosis II dan dosis III mempunyai aktivitas sebagai analgetik. Berdasarkan uji LSD teh dauh ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I dan dosis II ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif yaitu paracetamol (p≤0,05) sedangkan dosis III tidak ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif
yaitu paracetamol (p≥0,05).
Kata kunci : analgetik, teh daun ciplukan, mencit betina 0
Tidak tersedia versi lain