SKRIPSI
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ANAK PADA PERAWATAN GIGI DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ANAK PADA PERAWATAN GIGI DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH
Srik Maulina
Email : srimaulina26041999@gmail.com
Mahasiswa Prodi Terapi Gigi Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Kecemasan atau rasa takut terhadap perawatan gigi dapat dijumpai pada anak-anak di berbagai unit pelayanan kesehatan gigi misalnya di praktik dokter gigi, rumah sakit ataupun puskesmas. Prevalensi nasional masalah gigi dan mulut sebesar 57,6%. Pada kelompok usia 10-14 tahun sebesar 55,6% namun hanya 9,4% dari kelompok usia 10-14 tahun yang menerima perawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak pada perawatan gigi di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Jenis penelitian dengan metode analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan tanggal 15 Januari s/d 4 februari 2023. Populasi penelitian adalah semua pasien anak yang melakukan perawatan gigi menggunakan teknik Accidental Sampling dimana diperoleh sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi dengan menggunakan Facial Image Scale. Analisa data menggunakan uji chi square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keluarga yang mendukung paling banyak kategori agak tidak senang 7 responden (43,8%), faktor petugas yang kurang baik paling banyak pada kategori sangat tidak senang 6 responden (66,7%) dan faktor lingkungan klinik yang tidak nyaman paling banyak pada kategori tidak senang 7 responden( 41,2%). Dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan antara faktor keluarga dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,043), ada
hubungan antara faktor petugas kesehatan dengan tingkat kecemasan anak (p = 0,003), dan ada hubungan antara faktor petugas kesehatan dengan tingkat kecemasan anak pada perawatan gigi (p = 0,032). Diharapkan keluarga mengurangi kecemasan anak dalam melakukan perawatan gigi dengan cara tidak membawa anak ke dokter gigi ketika mendekati waktu tidurnya sehingga anak mudah marah dan tidak membawa anak ke dokter gigi pada saat sakit gigi saja.
Kata Kunci : Peran Keluarga, Petugas Kesehatan, Lingkungan Klinik, Kecemasan
Tidak tersedia versi lain