0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada rasa didapatkan F hitung 4,253 (P value) 0,017 < 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada aroma didapatkan F hitung 0,227 (P value) 0,797 > 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada tekstur didapatkan F hitung 1,052 (P value) 0,354 > 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%). Hasil anlisis kimia didapatkan kadar protein 6,08, kadar karbohidrat 54,05, lemak 4,80, kadar air 34,05, kadar abu1,22, dan kadar serat 3,15. Kesimpulan : Penambahan tepung labu kuning dan tepung mocaf berpengaruh tidak nyata terhadap warna, aroma, tekstur, dan kadar abu bolu kukus, tetapi berpengaruh nyata terhadap rasa, kadar protein, karbohidrat, lemak, kadar air, dan serat kasar pada bolu kukus. Saran : Sebaiknya melakukan penelitian lanjutan terkait kandungan nilai gizi lainnya yang terkandung pada bolu kukus. Pada penambahan tepung labu kuning sebaiknya ditambahkan dengan formulasi yang tidak banyak, dikarenakan tepung labu kuning mengandung kadar serat yang cukup tinggi sehingga menyebab tekstur bolu kukus menjadi keras dan tidak terlalu mengembang. Kata Kunci : Bolu Kukus, Tepung Labu Kuning, Tepung Mocaf, Uji Organoleptik, Uji Proksimat"" />
SKRIPSI
Pengaruh Penambahan Tepung Labu Kuning Dan Tepung Mocaf Terhadap Analisis Kimia Dan Sifat Organoleptik Bolu Kukus
Abstrak
"Latar Belakang : Bolu kukus adalah kue yang dibuat dari tepung terigu, gula pasir, telur ayam, air dan emulsifier yang dicampur sampai mengembang yang diselesaikan dengan cara dikukus. Ciri khas bolu kukus seperti yang sudah dikenal selama ini menggunakan paper cup, berbentuk mangkuk dengan warna putih semburat warna lain di atasnya. Untuk mencegah meningkatnya penggunaan tepung terigu maka bolu kukus diformulasikan dengan tepung mocaf. Selain itu untuk menambah nilai gizi pada bolu kukus maka diformulasikan dengan tepung labu kuning yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung labu kuning dan tepung mocaf 10%, 20%, 30% terhadap sifat organoleptik (rasa, aroma, warna, dan tekstur) dan sifat kimia (karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, kadar air, kadar serat kasar) bolu kukus.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Kemudian dilakukan uji daya terima (rasa, aroma, tekstur dan warna ) dilaboratorium Ilmu Teknologi Pangan Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh dan dilanjutkan dengan uji kimia (karbohidrat, protein,lemak, kadar air dan kadar abu) di Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Hasil : Berdasarkan hasil analis didapatkan bahwa pada warna F hitung 0,722 (P value) 0,489 > 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada rasa didapatkan F hitung 4,253 (P value) 0,017 < 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada aroma didapatkan F hitung 0,227 (P value) 0,797 > 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%), pada tekstur didapatkan F hitung 1,052 (P value) 0,354 > 0,05 perlakuan paling berbeda FC (30%). Hasil anlisis kimia didapatkan kadar protein 6,08, kadar karbohidrat 54,05, lemak 4,80, kadar air 34,05, kadar abu1,22, dan kadar serat 3,15.
Kesimpulan : Penambahan tepung labu kuning dan tepung mocaf berpengaruh tidak nyata terhadap warna, aroma, tekstur, dan kadar abu bolu kukus, tetapi berpengaruh nyata terhadap rasa, kadar protein, karbohidrat, lemak, kadar air, dan serat kasar pada bolu kukus.
Saran : Sebaiknya melakukan penelitian lanjutan terkait kandungan nilai gizi lainnya yang terkandung pada bolu kukus. Pada penambahan tepung labu kuning sebaiknya ditambahkan dengan formulasi yang tidak banyak, dikarenakan tepung labu kuning mengandung kadar serat yang cukup tinggi sehingga menyebab tekstur bolu kukus menjadi keras dan tidak terlalu mengembang.
Kata Kunci : Bolu Kukus, Tepung Labu Kuning, Tepung Mocaf, Uji Organoleptik, Uji Proksimat"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain