SKRIPSI
Hubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status Periodontal pada Pasien DM Tipe 2 di Desa Reukih Dayah
Hubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status Periodontal pada Pasien DM Tipe 2 di Desa Reukih Dayah
Dina Yulianda / P07125220045
dina.yulianda1318@gmail.com
ABSTRAK
"Kesehatan gigi dan mulut adalah keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi serta unsur-unsur yang berhubungan dalam rongga mulut yang memungkinkan setiap individu makan, berbicara dan berinteraksi social tanpa gangguan fungsi, gangguan penampilan, dan ketidaknyamanan karena adanya penyakit, gangguan pada rahang dan kehilangan gigi sehingga mampu hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemeliharaan kesehatan gigi dengan status periodontal pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 di Desa Reukih Dayah, Aceh Besar. Penyakit periodontal adalah kondisi peradangan kronis yang umum terjadi di Indonesia, terutama pada pasien DM tipe 2 yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah periodontal akibat kontrol glikemik yang buruk. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei pengetahuan dan praktik kesehatan gigi, serta pemeriksaan klinis untuk menilai status periodontal pasien. Survei dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi, sementara pemeriksaan klinis mencakup evaluasi parameter periodontal seperti kedalaman kantong, perdarahan pada probing, dan kehilangan perlekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan gigi dengan status periodontal, dengan nilai p= 0,107. Meskipun pengetahuan tentang kesehatan gigi cukup baik, hal ini tidak tercermin dalam status periodontal yang baik pada pasien DM tipe 2. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup untuk mempengaruhi praktik pemeliharaan kesehatan gigi yang efektif, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya akses ke perawatan gigi, keterbatasan ekonomi, atau rendahnya motivasi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menekankan perlunya intervensi lebih lanjut dalam bentuk edukasi dan promosi kesehatan gigi yang lebih intensif dan terstruktur untuk meningkatkan kesadaran dan praktik pemeliharaan kesehatan gigi di kalangan masyarakat, khususnya pasien DM tipe 2. Edukasi yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mengurangi prevalensi penyakit periodontal dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan diabetes tipe 2."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain