SKRIPSI
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK TUNAGRAHITA
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK TUNAGRAHITA
Mochammad Asyabul Yamin
Email: asyabulyamin.12@gmail.com
Mahasiswa Prodi D-IV Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jurusan Kesehatan Gigi
Jln. Soekarno Hatta Desa Lagang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar
ABSTRAK
Salah satu kategori anak berkebutuhan khusus adalah anak tunagrahita yang memiliki intelegensi dibawah rata-rata dan disertai ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku, muncul dalam masa perkembangan dan keterbatasan pada dua atau lebih keterampilan adaptif seperti berkomunikasi, merawat diri sendiri,keterampilan sosial, kesehatan dan keamanan, fungsi akademis, waktu luang dan lain-lain. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering untuk penderita tunagrahita adalah penyakit jaringan gusi (periodontal), gigi berlubang (karies)dan gigi tidak beraturan (malokluksi). Kelainan ini juga ditambah dengan kesulitan anak untuk dapat menjaga kesehatan gigi mulutnya secara mandiri dan kurang aktifnya otot mulut untuk mendapatkan pembersihan alamiah gigi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak tunagrahita di salah satu SLB Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik. Dengan desain cross sectional. Pengumpulan data diperoleh melalui angket serta pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu berjumlah 20 responden. Analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan α ≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden didapatkan peran orangtua sebagai motivator kategori baik sebanyak 18 orang (90%), edukator kategori baik sebanyak 15 orang (75%), fasilisator kategori kurang sebanyak 10 orang (50%). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran orang tua dengan status kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita. Peran orangtua sebagai motivator (P value 0,000), edukator (P value 0,024), dan fasilisator (P value 0,003). Diharapkan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan peran sebagai motivator dan edukator dengan cara memberikan dorongan dan dukungan kepada anak, menjelaskan dan megajarkan anak tentang kesehatan gigi dan mulut serta mengajak dan membawa anak untuk memeriksa gigi ke dokter secara rutin 6 bulan sekali serta meningkatkan peran sebagai fasilitator melalui penyediaan segala kebutuhan anak dalam hal kesehatan gigi dan mulut.
Kata Kunci : Peran Orang tua, Status Kesehatan Gigi dan Mulut, dan Anak Tunagrahita
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain