SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2022
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2022
Nazariah 1, Erwandi 2, Agus Hendra Al Rahmad 3
ABSTRAK
Latar Belakang: Prevalensi stunting di Kecamatan Kuala sebesar 6,1 % dan menjadi lokus stunting yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bireuen sejumlah tiga desa yaitu desa Weujangka, Balee Kuyun, dan Cot lagasawa. Stunting disebabkan oleh multi faktor diantaranya riwayat BBLR, PBLB, IMD, infeksi pada balita serta riwayat ASI Ekslusif dan juga riwayat infeksi pada ibu selamankehamilan, Anemia, KEK, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu perlu dicari faktor penyebab yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Kecamatan Kuala.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor determinan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Kecamatan Kuala.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian Case Control menggunakan data sekunder E-PPGBM dan juga data berdasarkan laporan Gizi dan KIA. lokasi penelitian di Kabupaten Bireun Kecamatan Kuala dengan populasi penelitian anak balita
Jumlah sampel dalam penelitian ini 152 anak balita, 76 balita stunting dan 76 balita norma . Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji chi square pada CI 95%. Data disajikan dalam bentuk tabular dan tekstular.
Hasil: Faktor yang bukan determinan stunting adalah BBLR (p=1,000; OR = 0,789), PBL (p=0,624; OR = 0.695), IMD (p=1,000; OR = 1,00) ASI-Ekslusif (p=0,428; OR = 1,768), Penyakit Infeksi Balita (p=0,367; OR = 0,472) Anemia (p=1,000; OR = 1,184) KEK (p=0,607; OR =1,494 ), dan
Riwayat Penyakit Infeksi Pada Ibu (1,000; OR =1,000 ).
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis determinan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kuala yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan Berat Badan Lahir Rendah, Panjang Bayi Lahir, IMD, pemberian ASI Eksklusif,
penyakit infeksi balita, Anemia,KEK, dan riwayat penyakit infeksi pada ibu terhadap kejadian stunting.
Saran : Diharapkan kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, KUA dan Puskesmas agar lebih meningkatkan pengawasan pelaksanaan terhadap program-program puskesmas terkait kesehatan ibu dan anak, seperti kunjungan antenatal serta edukasi tentang persiapan kehamilan dan
dampak kehamilan usia remaja terhadap tumbuh kembang anak. Tidak adanya hubungan signifikan antara variabel yg diteliti dikarenakan variabel –variabel lain di luar analisis ini yang tidak masukkan seperti Air bersih, Jamban sehat, Kecacingan, Imunisasi, Merokok (keluarga) dan kemungkinan dapat mempengaruhi hubungan determinan kejadian stunting usia 6-59 di Kecamatan Kuala.
Kata Kunci : Stunting, faktor determinan, anak usia 6-59 bulan
1. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan dan Dietetika Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh.
2. Dosen Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain