Text
PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU YANG DIPERIKSA MENGGUNAKAN ALAT CHEMISTRY ANALYZER, GLUKOMETER, DAN SPEKTROFOTOMETER DI PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH
ABSTRAK
Glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Jumlah kadar glukosa dari pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang menunjukkan jumlah nilai ≥140 mg/dl atau glukosa darah puasa menunjukan nilai >120 mg/dl ditetapkan sebagai diagnosis diabetes melitus. Diabetes Mellitus (DM) merupakan satu dari 10 (sepuluh) penyebab kematian terbanyak di dunia menurut versi WHO (World Health Organization) tahun 2021. Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan tiga alat yaitu Chemistry analyzer, Glukometer dan Spektrofotometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah sewaktu yang diperiksa menggunakan alat Chemistry analyzer, Glukometer dan Spektrofotometer. Adapun metode penelitian yang akan penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. sampel diambil sebanyak dengan cara random sampling sebanyak 25 sampel dengan hasil normal dan 25 sampel dengan hasil tinggi.
Hasil penelitian benrdasarkan jenis kelamin dan umur terbanyak terdapat pada perempuan sebanyak 38 orang dengan persentase (76,0%), dan laki-laki sebanyak 12 orang dengan persentase (24,0%). Dan rata-rata usianya
57,8 tahun. Hasil pengukuran glukosa darah pada kelompok normal menggunakan alat Chemistry analyzer terendah 72 mg/dL, hasil tertinggi 116 mg/dL, dengan ratarata 90,52, dengan menggunakan Glukometer terendah 75 mg/dL, hasil
tertinggi 129 mg/dL, dengan rata-rata 95,88, dan dengan menggunakan Spektrofotometer 74 mg/dL, hasil tertinggi 120 mg/dL, dengan rata-rata 93,00. Sedangkan hasil pengukuran glukosa darah pada kelompok tinggi menggunakan Chemistry analyzer terendah195 mg/dL, hasil tertinggi 342 mg/dL, dengan rata-rata 272,04, dengan menggunakan Glukometer terendah 200 mg/dL, hasil tertinggi 358 mg/dL, dengan rata-rata 278,44, dengan menggunakan Spektrofotometer terendah 199 mg/dL, hasil tertinggi 354 mg/dL, dengan rata-rata 275,48. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan alat Chemistry Analyzer memberikan hasil yang lebih presisi dan akurat
dalam pengukuran kadar glukosa darah dibandingkan dengan Glukometer dan Spektrofotometer.
Kata Kunci :Darah Vena, Serum, Glukosa Darah, Chemistry Analyzer, Spektrofotometer.
Referensi : 7 Jurnal, 2 Buku, 3 Skripsi
Tahun : 2016 - 2023
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain