SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus Androgynus (L) Mer) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KIMIA COOKIES
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus Andrognus (L) Merr) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KIMIA COOKIES
Meilyana1, Rachmawati2
ABSTRAK
Latar Belakang : Daun katuk (Sauropus Andrognus (L) Merr) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak ditemukan. Manfaat daun katuk antara lain sebagai obat demam, anemia, dan dipercaya sebagai makanan pelancar ASI. Kandungan gizi daun katuk yaitu mengandung kalsium, zat besi, vitamin A,B dan C, protein, serat dan air. Pemanfaatan tepung daun katuk saat ini masih
terbatas penggunaannya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam
melalukan pemanfaatan tepung daun katuk.Untuk itu, Penganekaragaman pangan terhadap tepung
daun katuk perlu ditingkatkan yang dapat dijadikan sebagai sumber gizi pada produk pangan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pada pembuatan Cookies dengan ditambahkan tepung daun katuk.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun terhadap sifat organoleptik dan
sifat kimia Cookies.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) Non faktorial dengan tiga kali perlakuan dan tiga kali pengulangan. Sifat kimia cookies dianalisis menggunakan metode proksimat dan vitamin C, sedangkan sifat organoleptik cookies mengunakan metode uji hedonik. Panelis adalah semi terlatik sebanyak 30 orang dan analisis statistik menggunakan uji Anova dan uji Lanjut Duncan (DMRT). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni- juli 2019 yang bertepatan di laboratorium organoleptik Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh dan laboratorium kimia Falkutas Pertanian Universitas Syiah Kuala untuk pengujian sifat kimia cookies.
Hasil : Penelis memberikan nilai suka terhadap warna (3.93), rasa (3,77), aroma (3,83) dan tekstur (3,77) dengan penambahan tepung daun katuk 2,5% (F1). Cookies dengan penambahan tepung daun katuk 7,5% (F3) panelis rata- rata memberikan nilai agak suka terhadap warna (3.18) dan aroma (3.20).
Kesimpulan : Penambahan tepung daun katuk 2,5%, 5%, dan 7,5% berpengaruh nyata terhadap
sifat organoleptik cookies dari parameter warna (Pvalue 0,00), rasa (Pvalue 0,001), dan aroma (Pvalue 0,016), sedangkan tekstur tidak berpengaruh nyata (Pvalue 0.145). Pada analisis kimia yang berpengaruh nyata karbohidrat, protein, vitamin C, dan yang tidak berpengaruh nyata kadar air, kadar abu, lemak dan serat pada cookies penambahan tepung daun katuk dengan Pvalue < 0,05.
Saran : Sebaiknya lebih memperhatikan perlakuan untuk mengurangi aroma langu yang
dihasilkan dari tepung daun katuk dengan pembuatan cookies, yaitu dengan cara blansing dengan uap air panas (Steam Blangsing).
Kata Kunci : Cookies, Tepung Daun Katuk ,Uji Kimia, Uji Organoleptik.
1 Mahasiswa Program Studi D-IV Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain