Karya Tulis Ilmiah
PERILAKU PETANI PADI DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI SAAT PERACIKAN DAN PENYEMPROTAN PESTISIDA DI DESA MEUNASAH TUHA KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2024
PERILAKU PETANI PADI DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG
DIRI SAAT PERACIKAN DAN PENYEMPROTAN PESTISIDA DI DESA
MEUNASAH TUHA KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN
ACEH BESAR TAHUN 2024
M Khalis 1, Nasrullah2
1 Mahasiswa Prodi Diploma Tiga Sanitasi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Indonesia sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dengan kualitas tanah Indonesia yang sangat berkualitas dan dapat menghasilkan banyak sumber daya alam. Kualitas pertanian juga sangat berkebang pesat misalnya melalui pestisida sebagai penunjang pekerjaan petani. Keracunan pestisida juga telah menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di beberapa negara berkembang, terutama karena penggunaan produk pestisida yang tidak aman selama kegiatan pekerjaan (Mutia and Oktarlina, 2020). Berdasarkan survei awal, bahwa petani yang ada di Desa Meunasah Tuha Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar terlihat ada sebanyak 30 orang petani yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan pada saat peracikan dan penyemprotan pestisida. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan pada bulan januari sampai dengan sampai dengan februari tahun 2024. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelompok tani yang ada di
desa Meunasah Tuha sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa quisioner yang digunakan sebagai media untuk mengetahui pengetahuan, sikap tindakan dan penggunaan apd pada petani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan petani di Desa Meunasah Tuha adalah baik yaitu mencapai 60 % atau 18 orang petani, Sikap petani adalah baik yaitu mencapai 80% atau 24 orang petani. Tindakan petani adalah cukup yaitu mencapai 40% atau 12 orang petani, dan penggunaan apd petani adalah menggunakan apd yaitu mencapai 40% atau 12 orang petani. Dapat disimpulkan bahwa petani di desa Meunasah Tuha masih berpotensi terjadi gangguan kesehatan akibat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat peracikan dan penyemprotan pestisida. Diharapkan petani harus memperhatikan penggunaan alat pelindung diri yang baik dan benar dan memperhatikan pentunjuk peracikan hingga penyimpanan pestisida yang baik dan benar untuk meminimalisir efek keracunan pestisida.
Kata Kunci : Pestisida, Alat Pelindung Diri, Perilaku, Kesehatan Petani.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain