SKRIPSI
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT EKONOMI RENDAH DENGAN PENYAKIT GINGIVITIS DI DESA KLENG COT AROEN KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT EKONOMI RENDAH DENGAN PENYAKIT GINGIVITIS DI DESA KLENG COT
AROEN KECAMATAN BAITUSALAM KABUPATEN ACEH BESAR
FAJRIAH BS
Mahasiswa Prodi D-IV Jurusan Keperawatan Gigi Poltekes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Status sosial ekonomi berhubungan dengan satu atau lebih faktor penghalang yang harus dipertahatikan secara lansung pada kesehatan gigi. Pencegahan penyakit gigi dan mulut pada status sosial ekonomi yang rendah memiliki tingkat pencegahan atau tingkat kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pencegahan penyakit gigi dan mulut pada status sosial
ekonomi yang tergolong tinggi. hasil pemeriksaan awal pada keluarga ekonomi rendah sebanyak 12 orang, dari 12 orang terdapat 6 orang yang mengalamai penyakit gingivitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat ekonomi rendah dengan penyakit ginggivitis di Desa Kleng Cot Aroen Kecamatan Baitusalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019. Penelitian ini bersifat analitik yang dilaksanakan pada tanggal 18-23 April 2019. populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat ekonomi rendah yang berjumlah 55 kepala keluarga.sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan ciri-ciri yaitu masyarakat yang bersedia dijadikan sampel, yang mudah diajak kerja sama dan masyarakat yang berekonomi rendah di Desa Kleng Cot Aroen Kecamatan Baitusalam Kabupaten Aceh Besar
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan masyarakat perilaku masyarakat ekonomi rendah dengan penyakit ginggivitis karena=P,000, ada hubungan sikap masyarakat ekonomi rendah dengan penyakit gingivitis karena P=0,002, dan ada hubungan tindakan masyarakat ekonomi rendah dengan penyakit gingivitis karena P=0,000. dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku masyarakat ekonomi rendah dengan penyakit gingivitis, sehingga disarakan kepada masyarakat ekonomi rendah yang terkena penyakit gingivitis agar menjaga kebersihan gigi
dan mulut dengan cara memeriksa kesehatan gigi dan mulut secara berkala dan menyikat maksimal 2 kali sehari dan memeriksa ke poli gigi 6 bulan sekali.
Kata kunci : perilaku masysarakat, penyakit gingivitis
Tidak tersedia versi lain