Karya Tulis Ilmiah
PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP AL-BAYAN 1 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2018
PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANG RAWAT INAP AL-BAYAN 1 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2018
ABSTRAK
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukkan oleh angka bagian atas (systolic) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah dengan nilai rujukan 90/60 mmHg – 120/80 mmHg. Penanganan yang tepat perlu dilakukan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas, biaya dan adanya penyakit lain serta faktor risiko lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peresepan obat antihipertensi pada pasien di ruang rawat inap Al-Bayan 1 Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data
dari peresepan antihipertensi periode Juli - Desember 2018 di ruang rawat inap Al-Bayan 1 RSUD Meuraxa. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa amlodipin dengan dosis 5 mg dan 10 mg merupakan antihipertensi yang paling banyak diresepkan yaitu sebanyak 37 orang (77,1%), diikuti dengan candesartan dengan dosis 6 mg dan 18 mg sebanyak 8 orang (16,7%), micardis dengan dosis 80 mg sebanyak 3 orang (6,2%). Persesepan obat antihipertensi terapi kombinasi yang paling banyak adalah Amlodipin-Aspilet yaitu sebanyak 8 orang (30,8%), diikuti Candesartan-Aspilet-Amlodipin sebanyak 6 orang (23,1%), CaptoprilCandesartan sebanyak 4 orang (15,4%), Amlodipin-Bisoprolol sebanyak 4 orang (15,4%), Bisoprolol-Amlodipin-Valsartan sebanyak 3 orang (11,5%) dan Captopril-Amlodipin-Bisoprolol sebanyak 1 orang (3,8%). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah amlodipin merupakan antihipertensi tunggal yang paling banyak diresepkan di ruang rawat inap Al-Bayan 1 RSUD Meuraxa pada periode Juli – Desember 2018.
Kata Kunci : Peresepan Obat, Antihipertensi, Rawat Inap
Tidak tersedia versi lain