Karya Tulis Ilmiah
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Tn. R dengan Defisit Perawatan Diri di Ruang Balee Mawar Rumah Sakit Jiwa Aceh
Defisit perawatan diri merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang menggambarkan ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri, seperti mandi, makan, berpakaian, dan eliminasi. Berdasarkan data WHO tahun 2022, sekitar 25% populasi dunia mengalami gangguan jiwa, dan di Indonesia berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi gangguan jiwa adalah 6,7 per 1.000 penduduk. Provinsi Aceh memiliki prevalensi lebih tinggi, yaitu sebesar 8,7 per 1.000 penduduk. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan defisit perawatan diri dalam berpakaian di Ruang Balee Mawar Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil yang ditemukan pada Tn. R menunjukkan diagnosis defisit perawatan diri: berpakaian, ditandai dengan ketidakmampuan memilih dan mengenakan pakaian secara mandiri, pakaian tidak sesuai situasi, dan afek datar. Selama 7 hari pelaksanaan intervensi, dilakukan pembinaan hubungan saling percaya, latihan memilih dan mengenakan pakaian, serta pemberian reinforcement positif. Kesimpulan, setelah intervensi dilakukan selama tujuh hari, pasien menunjukkan peningkatan kemandirian dalam berpakaian, mampu memilih dan mengenakan pakaian sendiri, dan tampak lebih percaya diri. Saran kepada pasien dan keluarga agar mempertahankan latihan berpakaian mandiri di rumah untuk mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain