Karya Tulis Ilmiah
HUBUNGAN ASUPAN PURIN DAN OBESITAS DENGAN KADAR ASAMURAT PADA PENDERITAHIPERURISEMIA
Hubungan Asupan Purin Dan Obesitas Dengan Kadar Asam Urat Pada
Penderita Hiperurisemia
Nadia Nanda Yani
P07131117065
ABSTRAK
Hiperurisemia merupakan hasil metabolisme purin yang terbentuk dari
turunan Nucleoprotein yang mana tidak boleh lebih di dalam tubuh dan dapat merusak sendi, jaringan lunak dan ginjal. Dikatakan hiperurisemia jika kadar asam urat serum pada orang dewasa laki – laki > 7,0 mg/dl dan pada perempuan > 6,0 mg/dl. Makanan yang banyak mengandung purin seperti daging, jeroan, kaldu dan kacang – kacangan memberikan kontribusi ± 50% terhadap kadar asam urat darah. Obesitas juga dapat mempengaruhi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan oleh meningkatnya kadar leptin dalam darah. Tujuan penulisan studi pustaka ini untuk menganalisis dan mengidentifikasi lebih lanjut mengenai hubungan asupan purin dan obesitas dengan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia pada penelitian – penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah metode analisa pada data skunder yang relavan dengan topik studi pustaka. Bahan referensi hasil penelitian dapat berupa jurnal dan naskah publikasi dan dapat di akses pada google, google scholar atau google cendikia. Jurnal yang diambil pada studi pustaka ini sebanyak 10 jurnal dengan tahun terbit 2015 – 2019. Hasil dari penulisan studi pustaka mengungkapkan bahwa faktor asupan purin dan obesitas berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Penulisan studi pustaka ini dispesifikasi pada asupan purin penderita hiperurisemia, kadar asam urat pada orang obesitas, faktor – faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar asam urat, serta pencegahan dan penanggulangan peningkatan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia.
Kata kunci : asupan purin, obesitas, peningkatan kadar asam urat, hiperurisemia
Tidak tersedia versi lain