SKRIPSI
ANALISIS ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA ANAK STUNTING DAN NON STUNTING PADA USIA 2-5 TAHUN
ANALISIS ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI PADA ANAK STUNTING DAN NON STUNTING PADA USIA 2-5 TAHUN
Munawar1, Agus Hendra Al Rahmad2
ABSTRAK
Latar Belakang : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang tidak sesuai degan umur yang mengindikasikan kejadian jangka panjang serta merupakan dampak akumulatif dari ketidakcukupan konsumsi zat gizi, kondisi kesehatan yang buruk dan pengasuhan yang tidak memadai. Pola asuh meliputi praktek pemberian makan, praktek sanitasi pangan yang mempengaruhi kejadian balita stunting. Hal ini disebabkan pemberian makan dengan frekuensi yang rendah, tidak memperhatikan kualitas gizi makanan yang diberikan, tidak memberikan makanan secara lengkap serta cara pemberian makan yang kurang tepat mengakibatkan anak tidak memperoleh asupan yang baik sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.
Tujuan Umum: Untuk mengetahui perbedaan asupan energi dan zat gizi pada anak gagal tumbuh dan tumbuh normal pada usia 2-5 tahun.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan studi literatur ini adalah metode analisa data sekunder yang relevan dengan topik studi literature.
Hasil : Dari penulisan studi literatur ini didapatkan bahwa ada perbedaan jumlah konsumsi energi, protein, zinc dan zat besi antara balita stunting dan non stunting. Terdapat juga bahwa adanya hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian gagal tumbuh pada anak usia 6-24 bulan.
Saran : Diharapkan ibu lebih meningkatkan asupan makanan terutama makanan sumber zat gizi yang memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan linear pada balita yaitu makanan sumber protein, zinc, dan zat besi.
Kata Kunci : Asupan Energi, Asupan Zat Gizi, Gagal Tumbuh dan Tumbuh Normal
Daftar Bacaan : 5 Jurnal (2013-2020)
1. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Politeknik
Kesehatan Kemenkes Aceh.
2. Dosen Jurusan Gizi, Politekknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain