SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN KURMA (Phoenix dactylifera L.) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DODOL
PENGARUH PENAMBAHAN KURMA (Phoenix dactylifera L.) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DODOL
Putri Zuhra1, Eva Fitriyaningsih2
ABSTRAK
Latar belakang : Dodol merupakan suatu olahan pangan yang dibuat dari campuran tepung beras ketan, gula kelapa, santan kelapa, yang dididihkan hingga menjadi kental dan berminyak tidak lengket dan apabila dingin akan menjadi padat, kenyal dan dapat diiris. Bahan utama dari pembuatan dodol adalah tepung beras ketan. Pati dari tepung beras ketan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, hal ini mempengaruhi sifat elastisitas. Sehingga peneliti tertarik membuat dodol dengan penambahan kurma. Kurma merupakan salah satu buah dengan kandungan gizi terlengkap. Selain tinggi energi terutama karbohidrat (glukosa,fruktosa), kurma juga mengandung mineral besi yang berperan dalam metabolisme energi.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kurma terhadap sifat organoleptik dalam dodol.
Metode : Penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) non factorial, dengan tiga perlakuan tanpa pengulangan dengan penambahan kurma 70%, 60%, dan 50%. Dodol kurma kemudian dilakukan uji organoleptik (rasa, warna, aroma dan tekstur ) pada panelis konsumen sebanyak 30 orang dan Pengolahan data dilakukan dengan uji ANOVA.
Hasil : Penambahan kurma sebanyak 70%. 60% dan 50% berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur dodol. Warna, dan tekstur dodol berada pada taraf P value 0,000 < dari 0,05. Warna, rasa, dan tekstur yang paling disukai adalah pada penambahan 70 gr puree kurma, sedangkan aroma
yang paling disukai adalah pada penambahan 60 gr puree kurma.
Kesimpulan : Penambahan puree kurma disetiap perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur dodol.
1 Mahasiswa Program Studi D-IV Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain