SKRIPSI
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KALKULUS DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA/I KELAS VIII DI MTsN 8 KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KALKULUS DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA/I KELAS VIII DI MTsN 8 KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2020
Rizki Putri Utami
PO7125216033
Mahasiswa Prodi DIV Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Masalah kesehatan gigi dan mulut disebabkan karena oral hygiene yang
tidak terpelihara. Kebersihan gigi dan mulut adalah suatu keadaan dimana gigi geligi yang berada di dalam rongga mulut dalam keadaan yang bersih, bebas dri plak dan kotoran lain yang berada diatas permukaan gigi seperti debris, karang gigi. Berdasarkan data awal yang diperoleh penulis dari hasil pemeriksaan pada 10 orang murid kelas VIII MTsN Aceh Besar, status kebersihan gigi dan mulut yang dilakukan pada 10 orang anak kelas VIII ditemukan rata-rata OHI-S bernilai 2,46 dengan kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kalkulus dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa/i kelas VIII di MTsN 8 Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Penelitian ini bersifat analitik, dilaksanakan tanggal 10 sampai dengan 13 Maret 2020. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh murid kelas VIII MTsN 8 Aceh Besar yang terdiri dari empat kelas berjumlah 127 murid. Sampel penelitian ini menggunakan teknik proposional random sampling yang berjumlah 60 murid. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta pemeriksaan OHI-S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa/i Kelas VIII MTsN 8 Aceh Besar memiliki pengetahuan kurang baik tentang kalkulussebanyak 34 orang (56,7%) dan yang memiliki status kebersihan gigi dan mulut pada kriteria sedang yaitu sebanyak 30 (50%). Maka ada hubungan antara pengetahuan tentang kalkulus p = 0,025 < α 0,05 dengan status kebersihan gigi dan mulut. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan tentang kalkulus dengan status kebersihan gigi dan mulut. Diharapkan kepada responden agar meningkatkan pengetahuan tentang karang gigi dengan menerapkan kebiasaan menyikat gigi minimal 2 kali sehari yakni setelah sarapan pagi dan sebelum tidur dimalam hari sehingga status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) semakin membaik.
Kata kunci : pengetahuan, karang gigi, status kebersihan gigi dan mulut
Tidak tersedia versi lain