Karya Tulis Ilmiah
FORMULASI SABUN CAIR ANTIBAKTERI EKSTRAKETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam)DAN UJI EFEKTIVITAS TERHADAPStaphylococcus aureus
ABSTRAK
Daun kelor (moringa aloifera L) berfungsi sebagai antibakteri karenamengandung senyawa-senyawa antibakteri seperti flavonoid, triterpenoid, dan
alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun kelor(Moringa oleiferaL.) dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun cair dan untukmengetahui efektivitas terhadap Staphylococcus aureus. Formulasi sabun cairyang dibuat meliputi F0 (basis sabun cair), F1 (ekstrak etanol daun kelor 5%) danF2 (ekstrak etanol daun kelor 10%).Pembuatan ekstrak etanol daun kelormenggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol daunkelor dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun mandi cair dengan konsentrasi5% dan 10%, F0 yang dihasilkan berbentuk cairan kental, berwarna putihkekuningan, beraroma coklat. F1 berwarna warna hijau tua dan F2 berwarna hijaukehitaman, berbentuk cairan kental, beraroma khas ekstrak dan aroma coklat .Sediaan sabun yang dihasilkan memiliki nilai pH 10,43 (F0), 10,26 (F1), 10,33(F2), nilai stabilitas busa yang dihasilkan yaitu 72,71% (F0), 78,51% (F1), 66,3%(F2), dan nilai bobot jenis yaitu 1,04 g/mL (F0), 1,03 g/mL (F1), 1,01 g/mL (F2)Uji efektivitas antibakteri pada sediaan sabun cair menggunakan metode sumurandan media yang digunakan Nutrien agar. F0, F1, dan F2 memenuhi persyaratanorganoleptis, uji stabilitas busa,uji bobot jenis, tetapi pada uji pH tidak memenuhipersyaratan dan uji efektivitas bakteri tidak mendapatkan hasil sesuai denganyang diharapkan kemungkinan kesalahan dalam pengerjaannya.
Kata kunci: Daun kelor, sabun cair, antibakteri, Staphylococcus aureus.
Tidak tersedia versi lain