SKRIPSI
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MIKRO (Fe, Zn DAN KALSIUM) ANTARA BALITA STUNTING DENGAN TIDAK STUNTING USIA 24-59 BULAN
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MIKRO (FE ZN DAN KALSIUM) ANTARA BALITA STUNTING DENGAN TIDAK STUNTING USIA 24-59 BULAN (Analysis of micronutrient intake (Fe, Zn, and Calcium) between stunting and with no stunting of toddlers ages 24-59 months)
Siti Arniati1, Agus Hendra Al Rahmad2
ABSTRAK
Stunting merupakan kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat priode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai dari janin, Stunting adalah keadaan tinggi badan seseorang yang tidak sesuai dengan umur, seseorang dikatakan stunting bila skor Z-indeks TB/U-nya di bawah -2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asupan zat gizi mikro (Fe, Zn dan kalsium) antara balita stunting dengan tidak stunting usia 24-59 bulan. Metode penelitian ini adalah studi literature dengan metode mencari, menggabungkan serta menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah. Pencarian literatur menggunakan media internet/google scholar yang diterbitkan pada tahun 2010-
2020. Database di ambil dari artikel publikasi Balitbankes, kemenkes RI, Riskesdas, WHO dan Dinkes. Hasil penelitian menunjukkan pebedaan tingkat konsumsi (Fe, Zn dan kalsium) antara balita yang mengalami stunting dan balita yang tidak stunting usia 24-59 bulan. Kesimpulan, Stunting harus ditanggulangi secara early warning dengan pemantauan status gizi terutama tinggi badan secara rutin sehingga bisa dideteksi dan diberikan intervensi dengan segera. Saran diharapkan ibu balita dapat meningkatkan asupan makanan sumber zat gizi yang keterkaitan dengan pertumbuhan linear pada balita yaitu makanan sumber zinc, zat besi dan kalsium.
Kata kunci: Stunting, zat gizi mikro, seng, besi dan kalsium.
Tidak tersedia versi lain