SKRIPSI
KAJIAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)
KAJIAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)
ABSTRAK
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan akut/kronis yang meliputi saluran pernapasan bagian atas serta saluran pernapasan bawah yang dapat berlangsung selama 14 hari. Infeksi saluran pernafasan akut dapat terjadi pada pekerja yang bekerja dipertambangan batu bara jika para pekerja tidak memakai APD (masker) yang memenuhi syarat Tujuan peneltian untuk mengetahui kajian penggunaan alat pelindung diri (masker) dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja tahun2020. Jenis penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) mengenai kajian penggunaan alat pelindung diri (masker) dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja. Hasil terdapat ketersediaan APD masker 60%, jenis/kesesuaian APD masker 54,5% tidak memenuhi syarat dan 35,7% memenuhi syarat, kepatuhan penggunaan APDmasker 51,1% nilai ambang batas 11,9-16,4 mg/m3 dan 2,19 mg/m3 kejadian ISPA pada pekerja 65% dan 68,1%, penyakit ISPA tidak hanya disebabkan oleh terpaparnya dengan debu, akan tetapi bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok pekerja, seperti gangguan fungsi paru,batuk dan sesak nafas. Kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian dengan menganalisis beberapa jurnal bahwa
ada hubungan penggunaan APD masker dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Saran sebaiknya pekerja selalu menggunakan APD masker ketika bekerja agar kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja terjaga sehingga dapat meminimalisir angkakecelakaan kerja.
Kata kunci : ISPA, APD (Alat Pelindung Diri)
Tidak tersedia versi lain